Latest Post

Kontroversi Syaikh Nashiruddin Al-Albani

Written By Muchtar NT on Minggu, 30 Agustus 2015 | 19.16

Judul asli : Akhirnya Aku Tak Lagi Percaya Pada Syaikh Nashiruddin Al-Albani


Dialog Sunni vs Wahabi tentang tabaruk dengan makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang shaleh.

 

WAHABI: “Mengapa mayoritas umat Islam banyak yang berziarah ke makam para wali dengan tujuan tabaruk? Padahal demikian itu termasuk kesyirikan menurut kami, kaum minoritas, yang kalian cap sebagai Salafi-Wahabi?”

 

SUNNI: “Tabaruk dengan makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang shaleh termasuk bagian dari ajaran Islam yang berlangsung sejak masa sahabat radhiyallahu ‘anhum.”

 

WAHABI: “Adakah riwayat yang shahih bahwa para sahabat bertabaruk dengan makam Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?”

Ibnu Taimiyah Dalam Pandangan Ulama Ahlussunnah

Tulisan ini tidak bermaksud memihak atau ta’ashub kepada satu pihak. Keadilan dalam menilai adalah suatu keharusan (kewajiban) supaya terhindar dalam sikap ta’ashub(fanatik) buta yang dicela oleh syare’at.

Ibnu Taimiyyah al-Harrani adalah seorang ulama kontroversial, cucu dari seorang ulama Ahlus sunnah yang bernama Majduddin Abul Birkan Abdussalam bin Abdullah bin Taimiyah al Harrani.

Ada beberapa ulama yang memang memujinya seperti at-Taj al-Fazzari, al-Jalal al-Qazwaini, Ibn al-Hariri al-Anshari, al-Kamal az-Zamlakani dan lainnya. Namun tidak sedikit para ulama besar yang mentahdzir Ibnu Taimiyyah dan menghujat beberapa ajaran dan akidah yang diadopsinya. Fakta ini tidak bisa dipungkiri dan disangkalnya.

Berlebihan memungkiri ulama yang mentahdzir dan menghujat Ibnu Taimiyyah sama saja merendahkan derajat para ulama besar tersebut. Penilaian para ulama yang telah mentahdzir Ibnu Taimiyyah bukan didasari penilaian kebencian atau iri hati, namun penilaian yang murni dari keilmiyyahan, pandangan dan timbangan terhadap banyaknya doktrin dan akidah Ibnu Taimiyyah yang menyalahi jumhur ulama Ahlus sunnah wal Jama’ah, sebagaimana akan kami jelaskan.

Inilah Maklumat Rais Akbar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asy’ari Untuk Ulama Aswaja

Written By Muchtar NT on Senin, 24 November 2014 | 01.19



Maklumat ini dibuat langsung oleh Rais Akbar KH. Hasyim Asy’ary rahimahullah ditujukan kepada ulama ahlussunnah wal jamaah secara umum dan anggota Syuriah NU pada khususnya.
Tertera sebagai maklumat No. 7, kop surat NU, tertulis Sasak Street No. 66 Surabaya. Tertanda: Rais, Katib Awal, Presiden dan Sekretaris Jamiyyah Nahdlatul Ulama, bertepatan dengan Idul Fitri tahun 1355 H.
Maklumat tersebut tertulis:
بسم الله الرحمن الرحيم
نشرة
ينشرها الادارة العالية لنهضة العلماء بقلم الفقير الفاني محمد هاشم أشعري الجمباني عامله الرب بلطفه الداني امين الى علماء اهل السنة و الجماعة عموما و اعضاء شورية الجمعية خصوصا.
السلام عليكم و رحمة الله وبركاته
حمدا لله وصلاة و سلاما على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن والاه. وبعد : فالادارة العالية لنهضة العلماء انها نظرا لمجيئ العيد الجديد و شهر السرور و الفطر السعيد رأت ان تنبه جميع اعضائها عموما و علمائها و علماء اهل السنة و الجماعة خصوصا مع تعييدهم و تهنئتهم تقبل الله منا ومنكم الصيام و القيام و اعاد علينا و عليكم بالعفو التام الى ثلاث نقط.
النقطة الاولى:

ASRAR DIBALIK TABIR QOLBU [Merindukan Belai Peluk Mar'atul Jinan]

Written By Fharouq NT on Sabtu, 22 November 2014 | 07.08

Muchtar Fharouq N T


Berbisiklah jiwa..
Menghibur gundah pelipur hati..
Meliuk melingkar..,rasakan dinginnya asa..
Entah sampai kapan..
Dinding hati yang tak terjamah cinta..
Belum pula dihiasi rindu..
Memaksaku lelap dalam tidur yang panjang..
Berharap lebur dalam Hubb dan Syauq..
Meski tak sepenuhnya nyataku yakin..

Namun..,kupastikan ada..
Walau ku tak mampu merasakannya..
Dan..
Ini bukan cintaku..
Bukan pula rinduku..
Sepenuhnya..
Bukan keinginanku..
Tiada pula kuasaku..

ASRAR DIBALIK TABIR QOLBU (Hidayah-Mu Mengharap Janji "Ud'uunii Astajib jakum")

Muchtar Fharouq N T
Ya Ilahi..
Kubuka kepal tanganku
Menadah..
Membawa..Menghadapkan segumpal hati
Yang kosong dengan selaksa garis hitam..
Waktu mengalir..
Tanpa setetespun membasahi langkah
tanpa cinta,.
Tanpa cita..

Ya Ilahi..
Kucoba melebur sepenggal hati yang tersisa
Dalam samudra Syauq merintih
Meski timbul tenggelam dalam bisikan syaitoniah
masih ada asa didetak jantungku..
Di denyut nadiku..
Di tatap mataku..
Di indra dengarku..
Di detik waktuku..
Di Hembus nafasku..
Untuk terus selami asrar cinta-Mu..

DASAR-DASAR ILMU FALAQ Bag 4 (Mengetahui Hari Permulaan Bulan Dalam Tahun Hijriyah Metode 2)

Written By Muchtar NT on Senin, 17 November 2014 | 19.40



Mengetahui Hari Permulaan Bulan Dalam Tahun Hijriyah Metode 2
 
1.       Ambil  tahun yang ingin diketahaaui permulaannya, lalu bagi dengan angka 8, sampai tersisa 8 atu kurang dari delapan.
2.       Temukan sisa dari pembagian 8 tersebut dengan huruf tahun berikut ini :
ود ا هجزدب
3.       Kemudian angka huruf tahun dijumlahkan  dengan angka huruf bulan yang terdapat dalam kalimat berikut ini:
زبجه وابده زاج
4.       Jumlah dari angka huruf tahun dan huruf bulan tersebut dikurang 7.
5.       Hitung sisa dari pengurangn angka 7 tersebut mulai dari hari SELASA, itu permulaan tahun baru hijriyah yang hendak diketahui.
6.       Begitu juga untuk mengetahui awal pada tiap-tiap bulan ditahun hijriyah, yaituangka huruf tahun ditambah dengan engka huruf bulan dikurang 7, sisanya hitung mulai dari hari Selasa.

DASAR-DASAR ILMU FALAQ Bag 3 (Mengetahui Hari Permulaan Bulan Dalam Tahun Hijriyah Metode 1)

Written By Muchtar NT on Kamis, 13 November 2014 | 03.01

Dalam tahun hijriyah terdapat 12 bulan, yaitu Muharram, Shafar, Rabi’ul Awwal, Rabi’ul Akhir, Jumadil awwal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhan, Syawwal, Dzul Qaidah, Dzul Hijjah.

Maka jika hendak mengetahui hari awal pada tiap-tiap bulan, ikutilah cara berikut ini:
1.       Tentukanlah bulan yang hendak diketahui jatuhnya hari pertama bulan tersebut.
2.       Pertemukanlah bulan tersebut dengan huruf yang terkandungdalam kalimat tersebut:
3.       Periksalah angka bilangan yang terkandung dalam huruf kalimat di atas  sebagaimana yang terdapat dalam tabel dibawah:
أَجِدْ وَزَبْ جَهْوٍ أَبَدْ
4.       Hitunglah mulai dari hari jatuhnya awal tahun hijriyah , sejumlah angka yang terdapatdalam huruf tersebut, itulah jatuhnya hari permulaan bulan dimaksud.